4. Perbedaan Percepatan Gravitasi Bumi
Gaya gravitasi adalah gaya Tarik menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Bumi kita memiliki gravitasi besar yang mampu menarik benda-benda di sekitarnya termasuk makhluk hidup dan benda-benda yang ada di bumi. Gaya gravitasi menarik benda-benda di luar angkasa seperti bulan, meteor, dan benda angkasa lainnya, termasuk satelit buatan manusia. Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya gravitasi timbul karena adanya partikel gravitron dalam setiap atom. (D.C. Giancoli.1988). Gravitasi merupakan sifat percepatan pada bumi yang menghasilkan benda jatuh secara bebas. Percepatan gravitasi pada setiap tempat di permukaan bumi tidaklah sama. Di equator percepatan gravitasi sekitar 9,78 m/s2, sedangkan di daerah kutub sekitar 9,83 m/s2. Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan percepatan gravitasi,yaitu:
1. Bumi kita tidak benar-benar bulat percepatan gravitasi bergantung pada jaraknya dari pusat bumi.
2. Percepatan gravitasi tergantung dari jaraknya terhadap permukaan bumi.
3. Kepadatan massa bumi yang berbeda - beda. (Daryono, 1992: 14)
Selain itu, keberagaman topograpi permukaan bumi juga menyebabkan perbedaan besar kecilnya percepatan gravitasi di setiap tempat karena tergantung dari jaraknya kepermukaan bumi. Artinya semakin tinggi benda tersebut berada dari permukaan bumi maka semakin kecil percepatan gravitasi yang dimiliki benda tersebut. Faktor lain yang menyebabkan perbedaan gravitasi bumi di setiap tempat adalah kepadatan atau kerapatan massa bumi. Kepadatan atau kerapatan masa bumi di setiap tempat berbeda-beda, hal yang paling bisa menjelaskan hal ini adalah antara daerah daratan dan lautan. Daratan memiliki kerapatan massa yang lebih tinggi dibandingkan di daerah lautan, sehingga percepatan gravitasi bumi di daerah daratan lebih kecil dibandingkan di lautan.
5. Pembelokan Arus Laut
Tahukah kalian bahwa pembelokan arus laut merupakan salah satu diantara banyaknya yang ditimbulkan oleh rotasi bumi.
Apa itu arus air laut?
Arus air laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horizontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang disebabkan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang. Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan densitas air, gaya Coriolis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwelling, serta downwelling.
Bagaimana rotasi bumi mempengaruhi pembelokan arah arus laut?
Rotasi bumi memiliki pengaruh besar pada pembelokan arah arus laut di bumi. Arus laut sendiri terbentuk oleh perbedaan suhu dan kepadatan air laut yang akan menghasilkan tekanan dan gerakan yang membentuk arus laut.
Dalam fenomena ini, rotasi bumi memainkan peran penting dan disebut efek Coriolis. Efek ini terjadi karena sumbu rotasi bumi tidak sejajar dengan garis imajiner setelah anak batunya ditarik oleh matahari dan bulan, sehingga menyebabkan benda bumi yang bergerak terlihat seolah-olah berbelok. Hal ini terjadi terutama pada benda yang bergerak dalam jangka waktu yang relative lama pada permukaan bumi,seperti arus laut.
Adapun arah belokan arus laut dipengaruhi oleh sudut lintang di bumi. Di bagian utara bumi, arus laut akan berbelok ke kanan dari arah gerak semula dan di bagian selatan bumi , arus laut laut akan berbelok ke kiri dari arah gerak semula. Hal ini juga dipengaruhi oleh bentuk pantai, arus oseanik, angina, dan kondisi atmosfer di sekitarnya. Dalam kasus Indonesia,arah arus laut dipengaruhi oleh rotasi bumi yang menyebabkan arus laut bergerak dari pasifik ke Hindia di sebelah selatan ekuator dan sebaliknya dari Hindia ke pasifik di sebelah utara ekuator.
Dampak dari pembelokan arah arus air laut oleh rotasi bumi mempengaruhi perkembangan ekonomi di daerah-daerah pesisir terutama di Indonesia.Pasar ikan di daerah pesisir bergantung pada arus laut untuk menentukan kepastian takdir ikan dan perahu nelayan yang mengikuti arus untuk mencari barang dagangan yang lebih baik.