Makhluk hidup merupakan makhluk yang dapat melakukan gerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Sama seperti halnya hewan, gerak pada hewan memiliki hubungan yang menarik dengan fenomena alam seperti tenggelamnya rembulan. Saat rembulan tenggelam di Cakrawala, hewan-hewan yang aktif di malam hari, seperti serigala, burung hantu, atau kucing hutan, seringkali menjadi lebih aktif dalam berburu atau bergerak mencari makanan. Hal ini karena cahaya bulan yang mulai berkurang membuat mereka semakin sulit terlihat oleh mangsa potensial atau predator.
Sumber: Suara.com
Selain itu, beberapa jenis hewan juga menggunakan fase bulan untuk mengatur aktivitas mereka, terutama dalam hal reproduksi. Misalnya, beberapa spesies penyu laut menggunakan bulan purnama sebagai petunjuk untuk bertelur di pantai. Dalam hal ini, gerakan hewan terkait erat dengan perubahan alam seperti tenggelamnya rembulan, yang mempengaruhi ritme dan pola kehidupan mereka secara signifikan.
Tiap hewan juga mempunyai sistem penggerak dan bentuk kerangkanya sendiri. Karena hewan beradaptasi dengan lingkungannya. Berikut ini sistem gerak pada hewan, antara lain:
1. Sistem Gerak Ikan
Ikan melakukan gerakan berenang dengan sirip dan ekor. Sirip dapat memungkinkan ikan berenang bebas. Ikan mempunyai sirip yang memudahkan ikan berenang ke depan. Selain menggunakan sirip, ikan juga bisa menggunakan ekornya untuk berenang. Jadi, ikan bisa berenang dengan cepat. Bentuk tubuh dan otot ikan membuatnya mudah untuk digerakkan dengan terampil.
2. Sistem Gerak Burung
Burung melakukan gerakan di udara, burung dapat terbang karena mempunyai sayap dan rangka. Tubuh burung mempunyai daya angkat yang sangat tinggi sehingga memudahkan burung untuk terbang. Sayap burung mempunyai struktur rangka yang kuat namun ringan. Selain itu, diperkuat juga dengan otot dada yang kuat dan otot kuat inilah berfungsi untuk menahan angin kencang. Sayap burung itu berbentuk airfoil. Bentuk ini menyebabkan udara yang mengalir di bawah sayap burung mengalir lebih lambat dibandingkan di atas burung. Pada saat burung terbang dengan mengepakkan sayapnya, udara yang mengalir di bawah sayap menimbulkan gaya angkat hingga burung bisa terbang bebas di udara.
3. Sistem Gerak Amfibi
Salah satu hewan yang termasuk amfibi ialah katak. Struktur tulang katak terdiri atas tulang badan, tulang tungkai dan tulang tengkorak. Gerak amfibi dilakukan dengan cara melompat karena amfibi mempunyai bahu, sendi lutut, siku, pinggul, pergelangan tangan yang baik, serta pergelangan kaki. Tubuh katak ditopang oleh tulang belakang yang mampu menopang tubuh katak bagian belakang dan depan. Katak mempunyai kaki yang berselaput, selaput kaki katak dapat memudahkan katak untuk berenang di air.
4. Sistem Gerak Reptil
Salah satu hewan yang termasuk reptil ialah ular. Ular melakukan gerak melata di darat atau di air. Susunan tulang ular terdiri atas tulang tengkorak, badan, serta ekor. Tubuhnya meliputi bagian-bagian tulang belakang. Tulang rusuk perut terhubung ke tulang belakang, yang ditutupi oleh otot yang kuat dan fleksibel. Ular juga bisa menggerakkan tubuhnya yang melengkung dengan cepat.